Monday, 13 May 2019

Kisah Buku-ku April 2019: Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Asia



Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik. (Buya Hamka)
Semangat pagi ibu pembelajar di mana pun berada. Semoga sehat selalu dan tetap semangat  dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini. Jadikan Ramadhan kita kali ini lebih baik dan lebih produktif dari Ramadhan sebelumnya ya. Semangat!

Bulan April 2019 sudah berlalu. Di bulan ini, para pejuang literasi Ibu Profesional Asia menghadirkan rekomendasi buku bacaan yang sangat bermanfaat. Mulai dari novel, buku anak,  buku investasi hingga buku biografi.

Berikut 9 resensi buku yang berhasil masuk ke dapur Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Asia:

1. Bumi, Penulis: Tere Liye. (Dian Mariesta)
2. Jejak Langkah, Penulis: Pramoedya Ananta Toer. (Chairun Nisa RZ)
3. Does My Head Look Big In This, Penulis: Randa Abdel-Fattah. (Alfa Kurnia)
4. Ensiklopedia Anak Hebat Serangga, Penulis: Son Seung-hwi. (Kistantia Elok M.)
5. MPASI Perdana Cihuy! Pedoman Makanan Pendamping ASI 6-12 Bulan, Penulis: Dian Prima dan Yudith Mangiri. (Fika Dara Nurina F.)
6. Born To Eat | Whole Healthy Food From Baby's First Bite, Penulis: Wendy Jo Petterson dan Leslie Schilling. (Fiftarina Puspitasari)
7. Why Boy's Are Different and How To Bring Out the Best In Them, Penulis: Dr. Bonnie Macmillan. (Ari Nurul Yusiani)
8. Shopping Saham Modal Sejuta dari Nol Sampai Mahir!, Penulis: Jere Jefferson dan Naning Sudjatmiko. (Khalida Fitri)
9. Ulama Pengubah Dunia, Penulis: Hessa K, dkk. (Irma Tazkiyya)

Selamat untuk semua ibu yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca, dan menuangkannya dalam Kisah Buku-ku bulan April ini. Kami tunggu rekomendasi buku lainnya di bulan Juni ya! In Syaa Allah.

Untuk menikmati Kisah Buku-ku April 2019 dari para pejuang literasi Ibu Profesional Asia, silahkan mengunduh di link berikut: http://bit.ly/KisahBuku-kuApril2019

Monday, 29 April 2019

Blogging & Writing Mentor Edisi April 2019 (Arlini Prawesti - Qatar)


Assalamualaikum..
Selamat pagi/Siang/sore....

Semoga Allah memberikan kesehatan buat Kita semua dimanapun berada.

------

Bulan lalu Kita sudah mendengar kisah buku solo mbak Irma Tazkiyya.

Pagi ini saya akan sharing tentang "Buku Antologi".

Pengertian Antologi


Untuk Kita para pemula... Cocok banget buat nulis bareng-bareng... Karena bisa lebih ringan dalam pengerjaannya.



Nah... Untuk buku Antologi itu sangat perlu ada koordinator sebagai penanggung jawab. Apa sajakah tugas koordinator?


Kira-kira seperti itulah tugasnya. Untuk saya sendiri belum pernah menjadi koordinator, masih sebagai penulis saja. (Masih berasa rempong, belum disenggangkan untuk jadi koordinator).

Nah berikut ini tugas Kita, masing-masing penulis.


Sebagai penulis di buku Antologi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yaitu sebagai berikut:

1. Alur Penulisan


2. Menulis


3. Self Editing


4. Kirim Naskah


5. Menjadi Buku


Nah, seperti itulah sekilas gambarannya dari projek menulis hingga menjadi buku.

Berikut seringnya kesalahan yang terjadi saat proses menulis.

Kesalahan Penulisan


Contoh:


Ini yg paling saya ingat, gambar ini saya dapat saat latihan menulis bersama Tony Trax (komikus Islam).

Berikut ini adalah beberapa buku antologi saya yang sudah berhasil terbit:

1. Perempuan 5 Benua


2. Ulama Pengubah Dunia


3. Yuk Mengenal Profesi


4. Ramadhan Berkah Ala Rosululloh



Dan ini adalah alasan saya kenapa menulis:


Semoga bermanfaat!

-------------------------------------

Seperti yang disampaikan Arlini Prawesti dalam program Blogging & Writing Mentor edisi April, tepatnya pada tanggal 26 April 2019.

Salam Literasi!


Puasa di Negeri Rantau oleh Irma Tazkiyya (Favorit Nulis Bareng Bulan April 2019)


Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah kegiatan Nulis Bareng pada bulan April 2019 berjalan dengan lancar.  Terima kasih kepada teman-teman pejuang literasi Ibu Profesional Asia yang sudah berbagi kisah mengenai Puasa di Negeri Rantau. Tema kali ini merupakan ide dari salah satu member Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Asia yaitu mbak Asmaul Husna. 

Menjalani ibadah puasa di perantauan memang menyisakan kisah dan pengalaman tersendiri. Mulai dari suasananya, makanan khas saat bulan puasa, hingga tradisi yang biasa dilakukan warga setempat. Berbagi kisah pengalaman menjalani puasa di negeri rantau diharapkan dapat memberikan informasi untuk teman-teman dimanapun berada.



Selamat untuk mbak Irma Tazkiyya yang menjadi penulis terfavorit pilihan teman-teman bulan April 2019 dengan judul "Puasa di Negeri Rantau".

Mbak Irma menceritakan pengalaman yang sangat menarik selama menjalani ibadah puasa di Jeddah, Arab Saudi. Kira-kira apa saja ya kisah dari mbak Irma?

Selain menceritakan pengalamannya, mbak Irma juga mengisahkan ciri khas dan tradisi bulan puasa di Arab Saudi.

Sekali lagi, selamat untuk mbak Irma Tazkiyya. Selamat juga untuk teman-teman yang berhasil menulis di bulan ini. Semoga semangat menulis ini tetap terjaga hingga bulan-bulan berikutnya.

Tulisan mbak Irma Tazkiyya bisa dilihat di bawah ini:
Puasa di Negeri Rantau

Salam Hangat,
RB Literasi IP Asia.


Monday, 15 April 2019

Kisah Buku-ku Maret 2019: Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Asia



"Sleep is good, he said, and books are better." (George R.R. Martin)
Ada banyak hal yang bisa dilakukan jika kita memiliki waktu luang, salah satunya dengan membaca. Menjadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan - pun - membutuhkan komitmen dan konsistensi. Karena membaca sesungguhnya bukanlah sebuah hobi, melainkan juga sebuah kewajiban. Seperti yang termaktub dalam Al Qur'an Surat Al-'Alaq ayat 1, yang artinya "Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."

Nah, di bulan Maret ini pejuang literasi Ibu Profesional Asia menyuguhkan beberapa rekomendasi buku bacaan, mulai dari novel, parenting, motivasi hingga sejarah.

Berikut 7 resensi buku yang berhasil masuk ke dapur Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Asia:

1. Bumi Cinta, Penulis: Habiburrahman El Shirazy. (Chairun Nisa RZ)
2. Para Pemburu Masa Depan, Penulis: Surya Burhanuddin dan Tony Hendroyono. (Dian Mariesta)
3. A Priceless Princess, Penulis: Dr. Nasiroh Omar. (Tulus Wirawati Trinyoto)
4. Islamic Parenting, Penulis: Syaikh Jamal Abdurrahman. (Irma Tazkiyya)
5. The Golden Story of Umar Bin Khaththab, Penulis: Dr. Ahmad Hatta, M.A, dkk. (Asmaul Husna)
6. Tuntas Motorik, Penulis: Ani Christina. (Chairun Nisa RZ)
7. Ayat-Ayat Allah pada Tubuh Manusia, Penulis: Ummu Ihsan dan Abu Ihsan Al-Atsari. (Arlini Prawesti)

Terima kasih kepada teman-teman yang sudah berhasil membaca dan menuangkannya dalam Kisah Buku-ku kali ini. Kami tunggu rekomendasi buku yang lain di bulan April ya, selamat membaca!

Untuk menikmati Kisah Buku-ku Maret 2019 dari para pejuang literasi Ibu Profesional Asia, silahkan mengunduh di link berikut: http://bit.ly/KisahBukuku-Maret2019

Salam Hangat,
Tim RB Literasi Ibu Profesional Asia.


Monday, 1 April 2019

Kalender Kegiatan Ibu Profesional Asia (April 2019)

Semangat pagi untuk semua member Ibu Profesional Asia dimanapun berada. Semoga dalam keadaan sehat selalu, aamiin. 

Berikut adalah jadwal kegiatan sepanjang bulan April 2019. 


Ini adalah program kegiatan bulanan member Ibu Profesional Asia, masih dengan agenda rutin seperti: Semangat Senin, Monday Gratitude, 1 Jam Lebih Dekat, Diskusi Whatsapp, Kamis Boga, Jumat Spesial, dan terakhir di tutup dengan program Tips Boga pada hari sabtu. Semua program ini dilaksanakan di grup Whatsapp member, kecuali program dari Rumah Belajar (RB) dan Rapat Mingguan Pengurus yang dilaksanakan di grup Whatsapp tersendiri. 

Di bulan ini, Ibu Profesional Asia mengadakan Kulwhap Mendongeng yang insyaa Allah akan diagendakan pada tanggal 5 April 2019. Kemudian pada tanggal 12 April 2019 nanti juga akan dilaksanakan program Lebih Dekat dengan IP Asia, kegiatan ini merupakan kegiatan dari divisi T&C. 

Semoga info ini bermanfaat.

Salam Hangat,
Manajer Online IP Asia

Friday, 29 March 2019

Blogging & Writing Mentor Edisi Maret 2019 (Irma Tazkiyya - Arab Saudi)


Assalammualaikum. Semangat pagi semuanya. Alhamdulillah dipagi hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan islam.

Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih banyak atas kesempatannya untuk berbagi kisah tentang menerbitkan buku solo.

Saya yakin seyakin yakinnya, teman-teman disini adalah orang-orang yang mempunyai minat dan atau bakat didunia literasi. Saya hanya kebetulan jadi yang pertama berbagi cerita. Saya pun berada di RB Literasi IP Asia ini karena ingin belajar bersama teman-teman yg ada disini.

Semoga apa yang disampaikan nanti bisa bermanfaaat ya... Aamiin


Temukan Alasan 

Mengapa saya perlu punya karya?

Bagi saya alasan ini penting sekali, karena dalam perjalanan kita menyelesaikan tulisan, mungkin saja banyak hambatannya. Entah itu hambatan dari faktor internal maupun eksternal diri.

Di akhir tahun kemarin kita menulis bareng dengan tema Resolusi 2019. Tulisan ini jadi cambuk untuk saya, karena salah satu resolusi sy adalah #2019punyakaryasolo.

Bukan hanya sebuah resolusi semata. Resolusi ini menjadi 'azzam yg kuat' buat saya untuk merealisasikannya.

Berawal saat saya membacakan buku cerita anak kepada anak saya, terbesit dalam hati, mengapa bukan karya ibu nya saja yg dibacakan!

Akhirnya saya mencari jalan untuk menuntaskan 'azzam' saya.

Ini adalah step-step untuk menuntaskan azzam saya


Luruskan Niat

Tanyakan pada diri, Mengapa kita menulis?

Jika kita menulis hanya untuk mendapatkan pundi-pundi uang atau poopularitas, apakah alasan itu menguatkan?
Jika dalam perjalanan menyelesaikan naskah tulisan ternyata kita mendapatkan uang atau popularitas dari pintu lain, tulisan kita tak akan pernah selesai.

Berbeda jika, alasan kita menulis sangat menyentuh jiwa kita, seperti halnya kita menulis dan mempunyai karya untuk anak-anak kita, untuk bermanfaat banyak orang. Alasan sederhana ini, cukup kuat bagi saya untuk menyelesaikan tulisan saya.

Yang kedua

Masuk Komunitas Literasi
Seperti halnya RB Literasi IP Asia, disini menjadi wadah bagi teman-teman untuk berkarya, saling support, saling berbagi ilmu.

Komunitas yang sesuai dengan misi sangat membantu kita tetap berada pada jalurnya, agar visi kita didunia literasi bisa terealisasi kan!

Ketiga

Belajar pada ahlinya
Saya sadar, ilmu dalam dunia literasi saya masih minim. Ibarat pohon, saya baru ditanam, masih butuh pupuk, air, sinar matahari dan perawatan yang tepat agar pohon ini tumbuh menjadi pohon yang kuat.

Oleh karenanya saya mencari guru untuk membimbing saya.

Saya pernah mengikuti kulwhap tentang kepenulisan di salah satu region Ibu Profesional, pembicaranya mba Ernawati Lilys. Setelah itu, saya coba follow media sosialnya dan kirim pesan. Dan beliau-lah yg membimbing saya sampai selesai menyelesaikan naskah "Menjadi Mamah Papah yang Asyik"

Ini karya solo perdana saya, dan alhamdulillah bu septi bisa memberikan testimoninya

Membaca buku

Membaca sumber ilmu.

Jika ada yg bertanya, "Apa hobi mu?" Janganlah menjawab hobiku membaca.

Mengapa?
Karena membaca itu bukan hobi, melainkan kebutuhan. Membaca adalah nutrisi otak, sama halnya seperti makan. Makan dan membaca adalah sebuah kebutuhan.

Membaca juga membuat banyak ide yang muncul. Bukankah membaca adalah jendela dunia.

Menulis-menulis-menulis

Tak ada pilihan lain, selain menulis jika kita ingin punya karya didunia literasi.

Saya menyelesaikan buku Menjadi Mamah Papah yang Asik selama 2 bulan. Bagaimana saya menyelesaikan naskah ini? Saya konsisten selama 2 bulan menulis 2  hari sekali dari jam 11 atau 12 malam sampai jam 2 dini hari.

Konsisten menulis saat anak-anak saya yang masih bayi dan balita sedang tidur pulas di malam hari.

Pagi-siang-sore harinya tetap membersami kedua buah hati dan menjalankan  pekerjaan domestik.

Lantas, ke penerbit manakah buku Menjadi Mamah Papah yg Asik berlabuh?

Sebelumnya saya ingin sharing sedikit tentang kepenerbitan yg saya tau yah

Tentang penerbit

Apa perbedaan Self publishing, Indie dan mayor?
Penerbitan indie dan self-publishing itu berbeda. Tapi kalau sekarang, orang cenderung mengenalnya menjadi satu kesatuan.  Banyak yang mempersepsikan indie terbit secara self publishing.

Sebelum kita mengenal penerbitan indie dan self-publishing, kita bahas dulu tentang penerbit mayor.
Penerbit Mayor, arti mayor sendiri berarti besar. 
Skala cetak mereka untuk satu judul naskah minimal cetak 3000 eksmplar. 

Jangkauan pemasaran mereka juga lebih luas. Dalam seleksi naskah mereka lebih ketat. Yang membedakan indie dan mayor, lebih ke jumlah cetak dan manajamen mereka. Serta skala pemasaran.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa buku terbit mayor itu bisa dilihat masuk toko buku. Pendapat ini tidak salah, tapi penerbit Indie dan Self Publishing bisa juga masuk toko buku. Tergantung kesanggupan untuk mencetak buku minimal 1000 eksmplar. Untuk masuk ke toko yang di perlukan bukan dari terbit secara self, indie, atau mayor. Yang dibutuhkan satu yaitu modal yang besar.

Penerbit indie bisa dibilang skala kecilnya penerbit major. Jadi, penulis tinggal mengirimkan naskah yang kemudian di seleksi. Setelah itu, semua prosesnya penerbit yang menanggung. Bedanya, jumlah cetaknya tidak sebesar di penerbit major dan pemasarannya terbatas.

Nah ada juga yang mencetak bukunya sesuai dengan Pre-Order

Self publishing murni semua dari penulis. Dari urusan pemasaran, penerbitan dan penjualan.

Ada berapa keuntungan menerbitkan buku secara self publishing
1. Kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar
2. Kita bisa belajar marketing
3. Bisa manajemen keuntungan yang ingin didapatkan
4. Bisa mengendalikan pasar

Kerugian
1. Resiko buku tidak laku
2. Resiko kesalahan teknis
3. Membutuhkan tenaga ekstra dan sedikit lebih rumit

Menerbitkan self publishing, bagus di tempuh bila percaya pada naskah. Percaya telah memiliki market. Percaya pada branding.

Tapi bila, baru mencoba menulis lalu ingin menerbitkan buku, bisa juga pakai jalur self publishing. Tapi jangan kecewa bila buku tidak banyak laku terjual.

Sebenarnya bila ingin mengambil keuntungan yang lebih dan berkali lipat bagusnya pakai self publishing.

-------------------------
Seperti yang disampaikan oleh Irma Tazkiyya pada program Blogging & Writing Mentor perdana.

Semoga bermanfaat!

Salam Hangat,
RB Literasi IP Asia


Peralatan Rumah Tangga Andalanku oleh Fiftarina Puspitasari (Favorit Nulis Bareng Bulan Maret 2019)



Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh…

Kegiatan Nulis Bareng pada bulan Maret 2019 kali ini sudah berjalan dengan sukses. Terima kasih kepada teman-teman pejuang literasi Ibu Profesional Asia yang telah berbagi kisah mengenai Peralatan Rumah Tangga AndalankuTema bulan ini merupakan ide dari salah satu anggota Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Asia yaitu mbak Fiftarina Puspitasari. 

Sebagai seorang ibu, kita tidak akan lepas dari berbagai peralatan rumah tangga yang membantu pekerjaan domestik kita sehari-hari. Sehingga tentu akan ada beberapa peralatan andalan bagi setiap orang. Berbagai kisah peralatan rumah tangga ini diharapkan dapat memberikan inspirasi untuk para ibu yang lain.



Selamat untuk mbak Fiftarina Puspitasari yang menjadi penulis terfavorit pilihan teman-teman bulan Maret 2019 dengan berjudul “Peralatan Rumah Tangga Andalanku”.

Mbak Rina menceritakan tentang sebuah peralatan super yang membantunya dalam menyelesaikan segala pekerjaan dapur dengan singkat. Kira-kira peralatan apa ya?

Tidak hanya menceritakan pengalamannya menggunakan peralatan tersebut, mbak Rina juga memberikan informasi mengenai kelebihan dan kekurangan produk tersebut. Plus bagaimana cara memilihnya jika kita tertarik untuk membelinya. Lengkap!

Sekali lagi, selamat untuk mbak Fiftarina Puspitasari. Selamat juga untuk teman-teman yang berhasil menulis di bulan ini. Semoga semangat menulis ini tetap konsisten di bulan-bulan berikutnya.

Yuk simak tulisan mbak Fiftarina Puspitasari di bawah ini:


Salam Literasi..


Sunday, 17 March 2019

Kisah Buku-ku Februari 2019: Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Asia


"Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca: sebuah kebahagiaan". (Goenawan Muhammad)
Memasuki bulan Februari 2019 - seperti biasa - pejuang literasi Ibu Profesional Asia kembali menghadirkan rekomendasi buku untuk dibaca. Rekomendasi ini dituangkan dalam bentuk sebuah resensi buku. Resensi buku yang terkumpul kali ini, terbagi menjadi dua kategori yaitu non fiksi dan fiksi. 

Berikut 10 resensi buku yang berhasil masuk ke dapur Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Asia:

1. Make It Happen! Buku Pintar Rencana Keuangan Untuk Wujudkan Mimpi, Penulis: Prita Hapsari Ghozie. (Monika Hestiana)
2. Agar Cinta Menghiasi Rumah Tangga Kita, Penulis: Cahyadi Takariawan. (Chairun Nisa RZ)
3. Muslim Zaman Now, Penulis: Ustadz Adi Hidayat. (Angie Hana Syabani Kamalia)
4. Dalam Dekapan Mukjizat Al-Qur'an, Penulis: Lana Salikah Azhariyyah; Saimah Rambe; dkk. (Ananda P. Maharani)
5. Palestina yang Terlupakan, Penulis: Khalid Basalamah. (Dian Mariesta)
6. My First Qur'an Story, Penulis: Tasaro GK. (Ari Nurul Yusiani)
7. Numberland Bermain di Negeri Angka, Penulis: Fitri Kurniawan dan Watiek Ideo. (Sandia Primeia)
8. Hujan, Penulis: Tere Liye. (Fika Dara Nurina)
9. Bumi Manusia, Penulis: Pramoedya Ananta Toer. (Vita Yuliana)
10. Anak Semua Bangsa, Penulis: Pramoedya Ananta Toer. (Vita Yuliana)

Selamat untuk semua ibu yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca, dan menuangkannya dalam Kisah Buku-ku bulan Februari ini. Kami tunggu rekomendasi buku lainnya di bulan Maret ya!

Untuk menikmati Kisah Buku-ku Februari 2019 dari para pejuang literasi Ibu Profesional Asia, silahkan mengunduh di link berikut:  http://bit.ly/KisahBuku-kuFeb19

Monday, 4 March 2019

STRUKTUR ORGANISASI IBU PROFESIONAL ASIA 2017-2019

Berikut sejarah singkat terbentuknya komunitas Ibu Profesional Asia.

Komunitas Ibu Profesional Asia adalah kumpulan para ibu pembelajar yang tinggal di kawasan Asia dan sedang menimba ilmu di Institut Ibu Profesional. Perbedaan waktu dan tempat tidak menjadi halangan untuk belajar juga berbagi  pengetahuan dan pengalaman menjadi seorang ibu.

Ibu Profesional Asia pertama kali dipelopori di Singapura pada tahun 2011 dengan nama komunitas Ibu Profesional Singapura. Di tahun berikutnya bergabung dengan komunitas Ibu Profesional Malaysia sehingga lahirlah nama Ibu Profesional ASEAN pada tahun 2012. 

Pada bulan November 2017, Ibu Profesional ASEAN melebarkan sayap dengan masuknya para ibu pembelajar yang tinggal di Asia Timur dan Timur Tengah. Pada bulan Januari 2018, Ibu Profesional ASEAN resmi berganti nama menjadi Ibu Profesional Asia.




Ini adalah strukrur organisasi Ibu Profesional Asia periode 2017 - 2019. Kepengurusan ini diawali dengan terpilihnya Mbak Endang Prasdianti sebagai Leader IP Asia pada tahun 2017 lalu. Kemudian bertambah dan berkembang. Sampai saat ini pengurus IP Asia berjumlah 16 orang yang tersebar di berbagai negara. 




Online Cooking Competition - Rumah Belajar Boga Ibu Profesional Asia





Dalam rangka satu tahun berdirinya Ibu Profesional Asia, Rumah Belajar Boga Ibu Profesional Asia mempersembahkan Online Cooking Competition dengan tema "Masakan Favorite Keluarga".

Kompetisi ini mengajak para seluruh anggota Komunitas Ibu Profesional untuk berbagi resep andalan keluarga dalam bentuk foto ataupun video. Periode pengumpulannya dimulai dari 28 Januari hingga 8 Februari 2019. Online cooking competition ini diikuti oleh 23 peserta yang merupakan anggota Komunitas Ibu Profesional yang berdomisili di berbagai negara, diantaranya Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura hingga Qatar.

Penilaian lomba ini dilakukan oleh tiga orang juri, yaitu:

1. Shabrina Lestari - Manajer Training and Consulting IP Tangerang Kota, mempunyai passion masak dan memiliki usaha kuliner.
2. Permai Sari Molyana – Manajer Keuangan Ibu Profesional Non Asia, mempunyai passion masak dan hobi food photography.
3. Indri Afriani Yasin – Penanggung Jawab Rumah Belajar Boga Ibu Profesional Asia.

Para Pemenang Online Cooking Competition


Pemenang Pertama : 
Mbak Cynthia Eka Susanti berasal dari IP Bogor yang menyajikan masakan Beef Teriyaki. Pemenang pertama berhak mendapatkah hadiah berupa voucher belanja KIPMA senilai Rp 150.000,- dan sertifikat.

Pemenang Kedua :
Mbak Nining Suherni berasal dari IP Karawang yang menyajikan masakan favorit keluarga berupa Nasi lengko Cirebon. Pemenang kedua berhak mendapatkan hadiah berupa voucher belanja KIPMA senilai Rp 125.000,- dan sertifikat.

Pemenang Ketiga 
Mbak Gardenia Agnu Genendhitasari berasal dari IP Asia menyajikan masakan Stoop Macaroni. Mbak Gardenia memilih masakan ini karena merupakan makanan favorit keluarga secara turun temurun. Pemenang ketiga berhak mendapatkan voucher belanja KIPMA senilai Rp 100.000,- dan sertifikat.

Pemenang Keempat :
Mbak Adisty Rizkyarti berasal dari IP Bogor menyajikan masakan Tembakang Sambal Hijau. Hadiah untuk pemenang keempat adalah sertifikat dan tiket mengikuti Kulwhap IP Asia.

Pemenang Kelima :
Mbak Ika Suartika berasal dari IP Karawang, menyajikan menu Banoffee Pie. Pemenang kelima berhak mendapatkan sertifikat dan tiket mengikuti Kulwhap IP Asia.

Selamat kepada para pemenang, terus semangat menyajikan makanan kebanggaan keluarga ya.

Salam Hangat,
Rumbel Boga IP Asia